Mojokerto (pplhseloliman.id) — Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman,dan sejumlah organisasi lingkungan di Kabupaten Mojokerto mendapat penghargaan lingkungan Green Award 2025 dari Bupati Mojokerto, Senin (8/12/2025).
Selain PPLH Seloliman, organisasi lingkungan tersebut antara lain WeHasta, Yayasan Bambu Lingkungan Lestari, Komnas PPLH, dan ISM (Integritas Sukarelawan Mojokerto).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto, Rachmat Suharyono, mengatakan, pemberian penghargaan mengenai lingkungan juga dilakukan kepada perusahaan, desa, sekolah, yang ada di wilayah Kabupaten Mojokerto. ‘’Penyerahan Penghargaan Lingkungan Hidup Green Award 2025 didasari undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup,’’ katanya.
Sementara Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, mengatakan, masalah lingkungan saat ini menjadi tantangan bagi semua pihak, termasuk masalah sampah. Data dari dinas lingkungan hidup menunjukkan bahwa rata-rata timbulan sampah yang dihasilkan adalah sebesar 450-500 ton per hari.
‘’Sedangkan jumlah yang tertangani hanya sekitar 90 ton per hari, dengan komposisi terbesar berasal dari rumah tangga dan sampah plastik. Sumber utama sampah plastik berasal dari kemasan, wadah, dan kantong belanja,’’ katanya.
Suroso, Direktur Yayasan Pendidikan Lingkungan Lingkungan Hidup Seloliman menyampaikan terima kasih kepada seluruh keluarga besar PPLH Seloliman, para kolega, mitra, relawan, serta sahabat lingkungan yang telah membersamai kami sepanjang tahun 2025. “Semua capaian dan langkah maju yang kita raih tidak mungkin terjadi tanpa kerja keras, dedikasi, dan kebersamaan kita semua,” tuturnya.(*)

