Mojokerto – SMPN 1 Trawas melaksanakan kegiatan edukasi lingkungan dan budaya bersama PPLH Seloliman dalam dua gelombang pelaksanaan pada tanggal 9 dan 23 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan siswa dan menjadi bagian dari upaya pembelajaran luar ruang yang bertujuan menumbuhkan kesadaran lingkungan serta mengenalkan nilai sejarah dan budaya lokal kepada generasi muda.
Kegiatan edukatif tersebut dipusatkan di kawasan PPLH Seloliman dan Petirtaan Jolotundo, salah satu situs bersejarah yang berada di wilayah Trawas, Mojokerto. Melalui kegiatan ini, para siswa diajak untuk belajar secara langsung dari alam dan lingkungan sekitar agar proses pembelajaran menjadi lebih interaktif, menyenangkan, sekaligus memberikan pengalaman yang berkesan.
Dalam kegiatan di PPLH Seloliman, para peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup, pengelolaan sumber daya alam secara bijak, serta peran generasi muda dalam menghadapi tantangan lingkungan di masa depan. Pembelajaran dilakukan dengan pendekatan partisipatif sehingga siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diajak berdiskusi, mengamati lingkungan sekitar, dan memahami hubungan antara manusia dengan alam secara lebih dekat.
Suasana belajar di alam terbuka memberikan pengalaman berbeda bagi para siswa. Lingkungan hijau dan udara sejuk kawasan Seloliman menjadi ruang belajar yang mendukung tumbuhnya rasa peduli terhadap bumi dan lingkungan sekitar. Para peserta diajak memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengurangi sampah, menjaga kebersihan, serta memanfaatkan sumber daya alam secara bertanggung jawab.
Selain mendapatkan edukasi lingkungan, para siswa juga melakukan kunjungan pembelajaran ke Petirtaan Jolotundo. Dalam kunjungan tersebut, peserta diperkenalkan pada sejarah dan nilai budaya lokal yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Mojokerto dan Jawa Timur.
Petirtaan Jolotundo dikenal sebagai salah satu situs peninggalan sejarah yang memiliki nilai budaya dan spiritual tinggi. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk memahami pentingnya menjaga warisan budaya sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah bangsa. Para peserta juga memperoleh penjelasan mengenai latar belakang sejarah situs, fungsi petirtaan pada masa lampau, serta pentingnya menjaga kelestarian situs budaya agar tetap dapat dipelajari oleh generasi mendatang.
Kegiatan edukasi ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran akademik, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi para siswa untuk memahami hubungan antara manusia, lingkungan, dan budaya. Dengan melihat langsung kondisi alam dan situs sejarah, peserta diharapkan mampu membangun rasa tanggung jawab serta kepedulian terhadap lingkungan dan warisan budaya di sekitarnya.
Melalui pengalaman belajar langsung di lapangan, para siswa memperoleh pembelajaran yang lebih kontekstual dan mudah dipahami. Interaksi dengan alam dan lingkungan sekitar menjadi cara efektif untuk menanamkan nilai-nilai keberlanjutan, kepedulian sosial, serta pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.

Pihak penyelenggara berharap kegiatan ini dapat menjadi pengalaman berharga yang mampu menumbuhkan semangat generasi muda dalam menjaga bumi dan melestarikan budaya lokal. Edukasi lingkungan sejak dini dinilai penting sebagai langkah membangun kesadaran kolektif agar generasi mendatang memiliki kepedulian yang lebih kuat terhadap isu lingkungan dan pelestarian budaya.
PPLH Seloliman terus berkomitmen menjadi ruang belajar bersama yang menghadirkan pendidikan lingkungan secara partisipatif dan berkelanjutan. Melalui berbagai program edukasi yang melibatkan sekolah, komunitas, dan masyarakat, diharapkan semakin banyak generasi muda yang tumbuh dengan kesadaran untuk menjaga alam, menghargai budaya, dan berkontribusi positif bagi masa depan lingkungan hidup 🌿✨

