Mojokerto (pplhseloliman.id) — Wilayah Kecamatan Seloliman, Trawas, Mojokerto ditetapkan sebagai kawasan agroforestry dalam program MEWLAFOR dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Dalam program ini telah terbentuk Kelompok Tani Hutan (KTH) bernama Agro Kedalisodo, dengan anggota sebanyak 45-47 orang yang akan mengelola lahan seluas kurang lebih 25 hektar.
Suroso, Direktur PPLH Seloliman menyampaikan bahwa Program ini akan mengimplementasikan sistem pendekatan MPTS (Multi-Purpose Tree Species) dengan tanaman keras seperti durian, alpukat, petai, dan kelengkeng. Bantuan pendanaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) diberikan langsung kepada KTH yang mengelola pelaksanaan program agroforestry ini.”
Sementara itu, kawasan kaki sungai di Seloliman akan ditanami bambu sebagai bagian dari program ini. Rangkaian MEWLAFOR
diantaranya adalah kegiatan penanaman bersama di tanah kas Desa Seloliman (5/12/2024)
Acara ini diprakarsai oleh BPDAS Sampean di Jawa Timur sebagai bentuk sektor reducing emission (redex). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat semangat para pihak yang terlibat dalam program tersebut.
Seremonial kick off program ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk pejabat tinggi KLHK seperti Dirjen Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan, Bupati dan Pejabat Kabupaten Mojokerto, legislatif, yudikatif, sektor swasta, NGO, penggiat lingkungan, serta sekitar 24 KTH yang tergabung dalam proyek ini.
“Ke depan kami akan perluas peran sebagai inisiator atau pendamping dalam program pengabdian lingkungan seperti ini agar efektifitas dan dampak lingkungan yang positif kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik” imbuh Suroso. (*)

