Setelah sekian lama tidak dilaksanakan, tradisi Keleman kembali digelar dengan penuh khidmat dan kebersamaan di Desa Seloliman , Kec. Trawas – Mojokerto.(12/04/2026)
Kegiatan ini menjadi momen penting bagi masyarakat untuk menghidupkan kembali kearifan lokal sekaligus mempererat hubungan sosial antar warga.
Keleman merupakan tradisi turun-temurun sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil bumi serta harapan akan keberkahan di masa mendatang. Dalam pelaksanaannya, masyarakat berkumpul membawa hasil panen dan olahan makanan untuk didoakan bersama, mencerminkan semangat gotong royong yang masih terjaga kuat.
Menariknya, kegiatan tahun ini juga mendapat dukungan dan partisipasi aktif dari PPLH Seloliman. Keterlibatan ini terlihat dalam upaya mengedukasi masyarakat terkait pentingnya menjaga kelestarian lingkungan serta menguatkan nilai-nilai hidup selaras dengan alam yang sudah menjadi bagian dari tradisi Keleman itu sendiri.
Tidak hanya sebagai kegiatan budaya, Keleman juga menjadi sarana pembelajaran bersama tentang pentingnya pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Sinergi antara masyarakat dan lembaga seperti PPLH Seloliman diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga alam secara berkelanjutan.
Melalui momentum ini, masyarakat diajak untuk kembali menyadari bahwa keseimbangan antara manusia dan alam harus terus dijaga. Tradisi Keleman bukan hanya warisan budaya, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya merawat lingkungan sebagai sumber kehidupan.
Dengan terselenggaranya kembali kegiatan ini, diharapkan tradisi Keleman dapat terus dilestarikan dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menjaga budaya serta lingkungan secara berkelanjutan.

